Polisi Diminta Usut Kasus Dugaan Penipuan BTN

Sumbawa Besar, PSnews - Persoalan sertifikasi rumah warga perumahan Bukti  Permai kembali digelar di DPRD Kabupaten Sumbawa. Komisi I DPRD Sumbawa meminta Polres Sumbawa mengusut tuntas dugaan penipuan oleh pihak Bank BTN terhadap warga BTN Bukit Permai terkait harga pengurusan setifikat tanah kavlingan di lokasi tersebut.

“Dari hasil konsultasi Komisi I DPRD Sumbawa dengan pihak BPN Sumbawa terkait harga pengurusan sertifikat nominal pengurusan sertifikat hanya senilai Rp. 500 ribu. Sedangkan nominal uang yang diminta oleh pihak Bank BTN mencapai Rp. 11 juta per sertifikat,” ungkap Ketua Komisi I DPRD Sumbawa, Syamsul Fikri saat memimpin pertemuan, Sabtu (25/2).

Pertemuan itu dihadiri ahli waris direktur PT Maris Gama Jaya Sumbawa, warga BTN Bukit Permai, Camat Sumbawa, Kasat Reskrim Polres Sumbawa, perwakilan notaris Efendi Winarko, BPN dan warga Bukit Permai.

Sedangkan pihak Bank BTN tidak hadir. Padahal, Komisi I Dewan sudah melayangkansuratpangglan kedua. Terhadap ketidakhadiran pihak Bank BTN tersebut, Syamsul Fikri menyatakan akan melakukansuratpemanggilan ke-3.

“Jika pemanggilan itu kembali tidak dipenuhi, maka Komisi I DPRD Sumbawa akan melakukan upaya pemanggilan paksa sehari setelah pertemuan yang akan ditentukan waktunya,” tegas Fikri didampingi Wakil Ketua Komisi I, Burhanuddin J. Salam dan Anggota Komisi I, Jack Mursa, H. Embing dan H. Nurdin Marjuni.

Ketidakhadiran Notaris Efendi Winarko juga sangat disesalkan. Menurut Fikri kehadiran Efendi Winarko sangat penting, mengingat yang bersangkutan yang mengetahui proses transaksi awal dari Bank BTN dengan pihak PT Maris Gama Jaya Sumbawa.

Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP I Ketut Tamiana mengatakan apa yang dilakukan oleh Bank BTN terkait pungutan biaya sertifikat terhadap warga telah mengarah pada indikasi dugaan penipuan. Menurut Tamiana / pihak Bank BTN juga diindikasikan telah melanggar Undang-Undang Perbankan.

“Untuk itu kami akan melakukan penyelidikan dengan melakukan pemanggilan terhadap pihak Bank BTN ahli waris, developer dan Notaris,” tegas Tamiana seraya menambahkan jika dugaan penipuan itu terbukti, maka selanjutnya akan diproses sesuai ketentuan hukum.

Dalam kesempatan yang sama, ahli waris Direktur PT Maris Gama Jaya Sumbawa, Arianto Syarif, mengaku tidak tahu menahu tentang persoalan tersebut karena saat itu dirinya masih menempuh pendidikan. Arianto yang berdomsili diSurabayaitu mengaku baru mengetahuinya sekitar tahun 2011. Disesalkan pihak notaris Effendi Winarko yang tidak memberikan penjelasan secara rinci atas proses transaksi yang dilakukan oleh Bank BTN dengan PT Maris Gama Jaya Sumbawa.

Selanjutnya dirinya mencoba untuk bertemu dengan pihak Bank BTN di Mataram.

Informasi yang didapat dalam pertemuan dengan pihak BTN di Mataram, bahwa warga BTN Bukit Permai bersedia untuk membayar sebesar masing-masing Rp. 11 juta persertifikat. Dalam pembayarannya pihak Bank BTN mengharuskan pembayarannya secara tunai. Rencananya uang terebut akan digunakan sebagai ganti rugi yang ditimbulkan oleh PT Maris Gama Jaya Sumbawa.

Adapun kerugian dari Bank BTN yang ditimbulkan oleh PT Maris Gama Jaya Sumbawa yakni sebesar Rp. 1.448.589.945 yang dikurangi menjadi sebesar Rp. 926.712.235.

“Dalam pertemuan di Mataram itu, salah seorang supervisor Bank BTN mengatakan kepada saya, bahwa tidak perlu dipusingkan dengan permasalahan itu sebab dalam pembayarannya dilakukan oleh warga,” kata Arianto menirukan pernyataan pihak BTN di Mataram beberapa waktu lalu.

Saat itu, sambung Arianto, sejujurnya dirinya mengaku heran karena ada kesanggupan warga BTN Bukit Permai untuk membayar utang ayahnya. Bahkan untuk lebih meyakinkan dirinya sempat membuatsuratkesediaan warga untuk melakukan pembayaran. Kisah pertemuan itu juga sudah dibicarakannya dengan lurah, RT dan RW setempat tentang kendala yang dihadapi warga. Karenanya dia meminta bantuan DPRD Sumbawa untuk memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut. Di depan komisi I DPRD Sumbawa dia menyatakan kesanggupannya untuk melepas asset yang terletak di wilayah Batu Api Raberas Kelurahan Seketeng untuk menutup biaya pembayaran utang PT. Maris Gama Jaya Sumbawa. (rancoel)

KOMENTAR

About PSnews

The mass media are reported on line about political, social, cultural and tourist attractions.
This entry was posted in DAERAH, HUKUM, POLITIK. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Or

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>