Bangun Politeknik, ITS Haruskan Pemda Sediakan Dana Rp 30 M

Sumbawa, PSnews – Insititute Teknologi Surabaya (ITS) yang bekerjasama dengan Kemendikbud RI, berencana membangun dan menyelenggarakan pendidikan politeknik di Kabupaten Sumbawa. Untuk dapat terealisasi, Pemda Sumbawa diharuskan menyiapkan dana selama 5 tahun senilai Rp. 30 Miliar.

Untuk tahap awal, dana yang dibutuhkan pada 2013 hingga 2014 mencapai sekitar Rp 3 Miliar. Dana itu untuk kebutuhan studi kelayakan Rp 350 juta yang sifatnya segera. Master plan akademik Rp 200 juta, master plan fisik Rp 600 juta, DED Rp 1,750 miliar dan AMDAL mencapai Rp 550 juta. Selain dari itu, Pemda juga harus menyediakan lahan minimal 10 hektar.

Tim LPPM ITS Surabaya, M. Irianto, saat sosialisasi kajian kemungkinan pembangunan politeknik yang akan bernama Sumbawa Profesional Education Center (SPEC) di Wisma Daerah, Sabtu (1/12), menerangkan, Sumbawa memiliki prospek yang bagus dan dukungan sumber daya alam memadai. Sehingga dipandang layak  menyelenggarakan pendidikan Politeknik. Keberadaan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) dianggap sebagai salah satu tujuan pendirian Politeknik ke depan.

“Sumber daya alam sebagai daya tarik. Apalagi dengan adanya PTNNT yang bisa menyerap lulusan Politeknik. Tapi SDM yang ada saat ini masih rendah. Nah orang Sumbawa harus melihat ini sebagai prospek untuk lulusan sekolah menengah dan kejuruan ke depannya,” tandas Irianto.

Tujuan lain pendirian Politeknik ke depan sambungnya, agar meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) Indeks pembangunan manusia (IPM), memperluas kesempatan kerja lulusan, mengoptimalkan pemanfataan sumber daya pemerintah dan masyarakat dan mendukung prospek pembangunan di Pulau Sumbawa.

Untuk tahap awal, selaku mitra Kemendikbud, pihaknya menekankan supaya Pemda Sumbawa segera membentuk tim persiapan pendirian politeknik Sumbawa dengan SK Bupati. Kemudian surat pernyataan Bupati yang dikuatkan oleh DPRD. Surat pernyataan kesanggupan Kabupaten Sumbawa untuk membiayai dana beasiswa S2 dan S3 untuk 18 orang calon dosen untuk 3 program studi selama 3 hingga 5 tahun.

Pembiayaan yang meliputi perencanaan lainnya, diupayakan sharing antara pemerintah pusat dengan Pemda  Sumbawa. Di mana Pemda Sumbawa akan mendapatkan porsi 30 persen dari total pembiayaan. Pemda Sumbawa juga diminta menyiapkan dana di luar APBD maupun APBN, yakni dengan memaksimalkan dana CSR perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Sumbawa.

Kendati demikian, Kepala Bappeda Sumbawa, Lalu Suharmaji, meminta supaya pembiayaan DED, Studi Kelayakan dan Master Plan ditanggung pemerintah pusat. Karena memasuki tahun 2013 hingga 2016 adalah masa pemilihan umum Gubernur, Legislatif dan Bupati, sehingga membutuhkan anggaran yang tidak sedikit jumlahnya. Dalam hal ini Pemda Sumbawa menyambut baik program tersebut, tapi tetap saja membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat.

“Saya pusing melihat angka-angka yang disodorkan tadi. Kami memang membutuhkan politeknik, tapi tolong disampaikan ke Kemendikbud bahwa Sumbawa merupakan daerah tertinggal yang kemampuannya masih terbatas,” ungkap Suharmaji. (PSb)

KOMENTAR

About PSnews

The mass media are reported on line about political, social, cultural and tourist attractions.
This entry was posted in DAERAH, PENDIDIKAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Or

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>